MENGAPRESIASI MUSIK MELALUI RECORD STORE DAY

Tahun ini, Record Store Day (RSD) berulang tahun ke-11. Kita patut berterima kasih kepada Eric Levin, Michael Kurtz, Carrie Colliton, Amy Dorfman, dan Don Van Cleave. Mereka menginisiasi konsep RSD melalui pertemuan dengan pemilik toko musik independen di Baltimore, Maryland. Setahun kemudian, tepatnya 19 April 2008, Metallica menggebrak Rasputin Music, California. Momen penting perdana RSD yang melibatkan sepuluh album spesial rilisan RSD dengan partisipasi mencapai 300 (tiga ratus) toko musik di seluruh Amerika Serikat.

Perjalanan tahun-tahun berikutnya semakin menggelora. RSD menampilkan ratusan rekaman dari berbagai musisi yang berpartisipasi pada hari itu. Terdapat berbagai penampilan khusus, pertunjukan, temu-sapa penggemar, penggalangan dana untuk komunitas nirlaba, dan penerbitan rilisan khusus (vinyl, kaset, dan CD) bersama dengan penawaran promosi lainnya untuk menandai perayaannya.

Di Amerika Serikat, beberapa musisi didaulat menjadi duta besar RSD. Pada dua tahun pertama, Metallica dan Wilco menjadi penampil utama di lokasi penyelenggaraan. Sejak 2010, RSD mulai merilis nama duta besar secara berkala. Joshua Homme (Queens of the Stone Age), Ozzy Osbourne (Black Sabbath), Iggy Pop (The Stooges), Jack White (The White Stripes), Chuck D., Dave Grohl (Nirvana/Foo Fighters), Metallica, St. Vincent, hingga Pearl Jam pernah menjadi duta besarnya.

Album yang dijual dengan menggunakan vinyl dan kaset keduanya mengalami pertumbuhan penjualan dua digit di AS tahun lalu, menurut laporan baru yang diproduksi oleh BuzzAngle (via Genius). Penjualan vinil tumbuh hampir 12 persen dari 8,6 menjadi 9,7 juta penjualan, sementara penjualan kaset tumbuh hampir 19 persen dari 99.400 menjadi 118.200 kopi terjual di AS. (The Verge:2019)

Di Indonesia, RSD dimulai dari sebuah toko musik di Kemang bernama Monka Magic. Pada tahun 2012, Satria Ramadhan (SRM dan Hey Folks!) dan Mayo Ramandho (Monka Magic) menyelenggarakannya di Monka Magic. White Shoes and the Couples Company kala itu merilis piringan hitam Album Vakansi. Album yang dicetak sejumlah seratus keping plat tersebut habis terjual. Di pasar sekunder, konon harganya mencapai jutaan rupiah, naik lebih dari 300% dari harga semula: Rp.400.000,-.

Bagi pecinta dan kolektor musik dengan medium album fisik, RSD merupakan sarana pencarian album baru maupun lama. Berjam-jam waktu dan berlembar-lembar uang tersedot di meja transaksi. Kolektor musik bisa membenamkan diri dalam aktivitas diggin’ (mencari album di rak) demi sebuah album yang layak dimiliki. Demikian pula dengan pelapak musik dan pengelola toko musik. Album-album yang menarik selalu mengisi setiap rak pajangan. Siapa cepat dia dapat. Bahkan, ada pepatah menarik di kalangan kolektor: “jangan lengah.” Artinya, siapa saja harus mencurahkan konsentrasinya untuk mendapatkan album incarannya. Jika lewat, album tersebut bisa jadi sulit didapatkan kembali di kesempatan lain.

Euforia RSD memang bukan hal baru di kalangan kolektor dan toko musik. Namun, RSD menjadi spesial ketika sebuah komunitas musik dari instansi pemerintah untuk pertama kalinya menyelenggarakannya. Ya, tahun ini Tax Music Community (TAXIC) mengukuhkan eksistensinya untuk mengundang tiga lapak musik. Jim Gorjy, TUC&Rarart, dan Kios Ojo Keos untuk memeriahkan kegiatan RSD Ditjen Pajak 2019. Jumat (26/04) dipilih sebagai waktu pelaksanaan RSD DJP 2019. Satu rangkaian dengan kegiatan TAXICITY Vol. I yang akan berlangsung di Cafe Kita Lantai Semibasement Gedung Marie Muhammad, Jakarta Selatan.

RSD adalah rumah bagi pecinta musik. Bukan sekadar wadah adu keren. RSD adalah monumen untuk merayakan rilisan album musik berwujud fisik. Kendati tergerus zaman, wujud kaset, CD, dan piringan hitam selalu relevan dengan pencarian akan esensi berkesenian. Ia berwujud penghormatan sewajarnya dan seharusnya terhadap karya cipta seni. Bagi kolektor, RSD memberi pesan bahwa musik bisa dinikmati dan dikoleksi dalam medium fisik. Sedangkan bagi musisi, RSD memberi pesan bahwa musik perlu diarsipkan untuk keabadian.

(Didik Yandiawan)



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *